SQL (Structured Query Language) diabaca “S-Q-L” atau
“Squel” dikembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1970an. Sekarang merupakan
bahasa standar internasional untuk pembuatan (creating) dan query database
relational. Deikenal dengan standarnya SQL-99 (disetujui sebagai standard ANSI
tahun 1999).
Aturan
penulisan perintah SQL yaitu sebagai berikut :
·
Perintah SQL
tidak case sensitive
·
Perintah SQL
bisa ditulis pada satu baris atau lebih
·
Antar klausa
perintah biasanya ditulis pada baris yang berbeda
·
Keywords
tidak dapat dipisah antar baris
·
Tabs dan
spasi diperbolehkan agar mudah dibaca
·
Setiap akhir
perintah SQL (tidak baris) diakhiri dengan tanda (;)
Dalam
mempelajari query database kita harus mengetahui apa saja komponen tabel, tipe
data yang akan digunakan dan komponen utama SQL itu sendiri. Berikut penjelasan
dari tiap-tiap komponen.
Komponen
Tabel
Tabel =
Kumpulan sejumlah field dan record. Tabel dibawah ini memiliki 3 field dan 2
record.
No
|
Nim
|
Nama
|
Kolom = Field
Nama
|
Baris = record
Tipe Data
Tipe data digunakan untuk menentukan jenis nilai yang
dapat ditampung oleh suatu variabel, umumnya telah menyediakan tipe-tipe data
yang sederhana (simple) maupun yang terstruktur.
Macam-macam
Tipe Data :
·
Number/Numeric, menyimpan
bilangan bulat serta bilangan pecahan di belakang titik desimal. Panjang
maksimum tergantung pada implementasi oleh sistem operasi yang digunakan,
tetapi pada umumnya 38 digit.
·
Date, menyimpan
data tanggal dan waktu dalam tabel. Tipe data DATE menyimpan data tahun
(termasuk abad), bulan, hari, jam, menit, serta detik.. Oracle XE menggunakan
format tanggal default dalam bentuk DD-MM-YY.
·
Character/Char merupakan
Tipe data yang menyimpan karakter dengan size maximal 2000byte (1 karakter = 1
byte).
·
Varchar merupakan
Tipe data yang dapat menyimpan semua jenis karakter yang dimasukan lewat
keyboard dengan size maximal karakter 4000byte.
·
Integer merupakan
tipe data dengan bilangan bulat dengan ukuran 4byte.
SQL memiliki tiga
komponen utama, yaitu :
- DDL (Data Definition Language) : merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database. Perintah yang digunakan : CREATE, ALTER, DROP.
- DML (Data Manipulatin Language : merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam table seperti memasukkan, merubah dan menghapus isi data - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database. Perintah yang digunakan : SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE.
- DCL (Data Control Language) : merupakan perintah yang dapat digunakan untuk mengatur hak akses terhadap sebuah basis data (database). Perintah yang digunakan : GRANT, COMIT, REVOKE, ROLLBACK, SAVEPOINT.
DDL (Data Definition Language)
1. Create Table
A.
Perintah
Tanpa Constraint
B.
Perintah
dengan Constraint
- Untuk membuat tabel acuan (references) sebelum tanda ‘);’ tambahkan perintah :
- Untuk membuat tabel yang mengacu pada tabel lain (tabel relasi) sebelum tanda ‘);’ tambahkan perintah :
2. Alter Table
- ADD : untuk menambah FIELD baru.
- MODIFY : untuk mengganti TIPE DATA field.
3. Remove Table
TUGAS !!!
Membuat
Tabel Relasi (Meggunakan PostgreSQL)
Database tersusun atas beberapa tabel yang salling
berhubungan satu sama lainnya. Untuk menentukan relasi ketiga tabel diatas,
kita perlu membuat masing-masing tabelnya terlebih dahulu lalu tentukan attribut
tiap tabel yang mana yang dapat dijadikan Primary
Key ataupun Foreign Key. Berikut
akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan tabel relasi menggunakan PostgreSQL
melalui aplikasi pdAdmin III.
1. Dari ketiga tabel diatas kita dapat menentukan constraint
dari tiap-tiap tabel yaitu sebagai berikut : *PK : Primary Key *FK : Foreign Key
2.
Buka aplikasi pgAdmin III, lalu buat database baru. Klik
kanan pada Database → New Database.
3.
Kemudian Isi lah Database Name, Owner postgres dan Comment.
4.
Setelah itu oke , lalu klik nama database yang telah dibuat lalu refresh
kemudian klik icon Execute arbitary SQL queries (ikon berwarna oranye
bertuliskan SQL) maka akan terbuka lembar kerja baru untuk membuat tabel.

5. Sintax membuat
Tabel Barang, Tabel Suplier dan Tabel Pasok sesuai dengan ketentuan constrain
yang sudah kita buat paad langkah pertama.
7. Block perintah CREATE TABLE barang1 dan klik Execute Query
untuk membuat Tabel Barang.
8. Block perintah CREATE TABLE suplier1 dan klik Execute Query
untuk membuat Tabel Suplier.
9. Block perintah CREATE TABLE Pasok1 dan klik Execute Query
untuk membuat Tabel Pasok.
10. Perintah untuk melihat bentuk tabel yang telah kita buat : SELECT* FROM nama_tabel. Saat di Execute maka tabel yang kita buat akan terlihat pada kolom Output Pane pada Tab Data Output.
11. Jangan lupa di save yah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar